Lebak | sorotbanten.id – Alokasi dana APBN Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp690.973.300 untuk Program Revitalisasi Satuan Pendidikan di SDN 2 Kumpay, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, kini menuai sorotan tajam. Proyek bernilai ratusan juta rupiah tersebut disinyalir dikelola secara sepihak dan menabrak prinsip transparansi.
Dugaan pengondisian proyek ini mencuat setelah Ketua Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP), Endon Jaenudi, membongkar kejanggalan internal. Ia mengaku namanya hanya dicantumkan dalam struktur organisasi tanpa diberi wewenang sebagaimana mestinya.
“Saya hanya ada di struktur sebagai ketua, tetapi tidak mengetahui laporan keuangan maupun pembelanjaan material. Yang mengetahui itu hanya Kepala Sekolah, Ibu Sukaenah,” tegas Endon saat ditemui awak media, Jumat (31/7/2026).
Pernyataan tersebut mengindikasikan adanya monopoli pengelolaan anggaran oleh pihak sekolah serta pengangkangan terhadap juknis pengelolaan dana bantuan pemerintah yang mengharuskan asas keterbukaan dan pelibatan tim P2SP.
Tak hanya dugaan monopoli anggaran, pelaksanaan fisik di lapangan pun tak luput dari kejanggalan. Berdasarkan papan informasi proyek, masa waktu pelaksanaan ditetapkan selama 120 hari kalender. Namun, pekerjaan tersebut diduga telah dirampungkan hanya dalam kurun waktu sekitar 60 hari.
Percepatan durasi pekerjaan hingga separuh dari target waktu ini memicu spekulasi publik terkait aspek kualitas bangunan, kesesuaian spesifikasi teknis, hingga efektivitas sistem pengawasan proyek.
Saat awak media mencoba meminta klarifikasi pada hari yang sama, Kepala SDN 2 Kumpay, Sukaenah, tidak berada di tempat. Seorang dewan guru berdalih bahwa Kepsek sedang menghadiri rapat di SDN 3 Keusik.
Namun, dalih tersebut dipatahkan oleh keterangan Ketua K3S Kecamatan Banjarsari yang menyebutkan bahwa rapat tersebut tidak mewajibkan kehadiran seluruh kepala sekolah dan sebagian besar hanya diwakili oleh operator.
Hingga berita ini diturunkan, Sukaenah terkesan menghindar dan enggan memberikan tanggapan. Pesan konfirmasi yang dikirimkan melalui aplikasi WhatsApp pun belum direspons.
Penulis : Anggi
Editor : Asep










