DNA Ungkap Identitas Korban Arupadhatu 1, ABK Surakman Ditemukan di Pulau Enggano

Rabu, 23 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Serang | sorotbanten.id – Misteri salah satu korban kapal Arupadhatu 1 yang hilang kontak di perairan Selat Sunda mulai terungkap. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Pusdokkes Polri memastikan jenazah pria tanpa identitas yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, merupakan Surakman (SU), salah satu Anak Buah Kapal (ABK) Arupadhatu 1.

Kepastian tersebut diperoleh melalui proses identifikasi ilmiah dan pencocokan DNA dengan data antemortem keluarga korban. Identifikasi dilakukan setelah Biddokkes Polda Banten berkoordinasi dengan Biddokkes Polda Bengkulu.

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki mengatakan, jenazah sebelumnya ditemukan di perairan Sawang Bengkok, Desa Kahyapu, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara.

“Setelah menerima informasi adanya penemuan jenazah di wilayah Pulau Enggano, kami berkoordinasi dengan Polda Bengkulu untuk dilakukan proses identifikasi dan pencocokan dengan data antemortem dari keluarga korban kapal Arupadhatu 1,” ujar Hengki dalam konferensi pers, Rabu (23/9/2026).

Proses identifikasi melibatkan pemeriksaan data primer, termasuk sidik jari, data gigi, dan DNA. Hasil pemeriksaan DVI Pusdokkes Polri kemudian memastikan jenazah tersebut memiliki kecocokan genetis dengan Surakman.

Baca Juga :  Wawalkot Tangerang Hadiri Bandoeng 10K, Siap Sukseskan Tangerang 10K Lebih Meriah

“Berdasarkan hasil pemeriksaan DNA oleh Operasi DVI Pusdokkes Polri, jenazah Mr X tersebut secara genetis teridentifikasi sebagai SU yang merupakan ABK kapal Arupadhatu 1 dan salah satu korban hilang kontak saat kapal tersebut melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau,” jelas Hengki.

Jenazah Surakman sebelumnya ditemukan pada 12 September 2026 di kawasan pesisir Sawang Bengkok, Pulau Enggano. Saat ditemukan, identitasnya belum diketahui sehingga jenazah berstatus Mr X.

Hasil identifikasi tersebut menjadi titik terang dalam penanganan kasus hilangnya Arupadhatu 1 yang membawa lima jurnalis dan tiga kru untuk melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Kapal tersebut bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.

Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad menjelaskan, operasi pencarian telah dilaksanakan sesuai ketentuan selama tujuh hari dan diperpanjang tiga hari berdasarkan evaluasi lapangan.

Dalam periode tersebut, tim gabungan mengerahkan puluhan unsur kapal di sejumlah sektor pencarian. Sejumlah objek juga sempat ditemukan, namun belum dapat dipastikan seluruhnya berkaitan dengan Arupadhatu 1.

Baca Juga :  Wabup Tangerang Ajak Masyarakat Muliakan Lansia, Baksos Kemensos Jadi Wujud Nyata Kepedulian

Menurut Al Amrad, selama masa perpanjangan tiga hari tidak ditemukan tanda-tanda korban lainnya. Karena itu, operasi pencarian resmi dihentikan setelah dilakukan evaluasi.

Meski operasi SAR dihentikan, koordinasi tetap dilakukan dengan Kantor SAR Bengkulu, Kantor SAR Lampung, nelayan, dan masyarakat pesisir untuk menindaklanjuti setiap informasi yang berpotensi berkaitan dengan korban maupun keberadaan kapal.

“Untuk wilayah Bengkulu sampai saat ini teman-teman dari tim gabungan masih melakukan penyisiran dengan informasi-informasi yang kami terima,” ujar Al Amrad.

Setelah identitas dipastikan, jenazah Surakman diproses untuk dipulangkan kepada keluarga di Banten. Pemprov Banten bersama Polda Banten menyatakan akan memberikan pendampingan terhadap keluarga, termasuk dalam proses pemulangan dan pemakaman.

Kepastian identitas Surakman menjadi bagian penting dalam penanganan tragedi Arupadhatu 1. Namun, hingga kini keberadaan kapal serta tujuh orang lainnya yang berada dalam rombongan tersebut masih menjadi bagian dari informasi yang terus ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan unsur terkait.

Editor : Andi Saputra

Berita Terkait

Polisi Tangkap Pria di Jayanti, 14,52 Gram Sabu Diduga Siap Diedarkan
Polda Banten Pastikan Jenazah Pelajar di Mukomuko Tak Terkait KM Arupadatu I
Jenazah Surakman Korban Arupadhatu 1 Dipulangkan ke Carita, Dimakamkan di TPU Ki Demang
Polda Banten Selidiki Dugaan Tambang Batubara Ilegal di Lebak, Lima Lubang Ditemukan
Operasi Nila Polres Metro Tangerang Kota Ungkap Peredaran 315 Butir Obat Keras di Teluknaga
Bupati Maesyal Datangi Bayi Penderita Jantung Bawaan di Cikupa, Pemkab Tangerang Siapkan Bantuan Pengobatan
HUT ke-15 RSUD Balaraja, Bupati Maesyal Tekankan Respons Cepat dan Mutu Pelayanan
Kapolda Banten Buka UKW PWI Angkatan ke-28, Tekankan Akurasi dan Integritas Wartawan

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 22:54 WIB

Polisi Tangkap Pria di Jayanti, 14,52 Gram Sabu Diduga Siap Diedarkan

Kamis, 24 September 2026 - 22:17 WIB

Polda Banten Pastikan Jenazah Pelajar di Mukomuko Tak Terkait KM Arupadatu I

Rabu, 23 September 2026 - 19:57 WIB

DNA Ungkap Identitas Korban Arupadhatu 1, ABK Surakman Ditemukan di Pulau Enggano

Rabu, 23 September 2026 - 19:55 WIB

Polda Banten Selidiki Dugaan Tambang Batubara Ilegal di Lebak, Lima Lubang Ditemukan

Selasa, 22 September 2026 - 22:08 WIB

Operasi Nila Polres Metro Tangerang Kota Ungkap Peredaran 315 Butir Obat Keras di Teluknaga

Berita Terbaru