Tangerang | sorotbanten.id – Festival Seni Budaya Kecamatan Pakuhaji yang digelar pada 17–18 Oktober 2026 berlangsung meriah dan lancar. Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang tersebut dibuka langsung oleh Bupati Tangerang, Drs. Moch. Maesyal Rasyid, M.Si., dan diikuti peserta karnaval budaya dari 14 desa dan kelurahan di Kecamatan Pakuhaji.
Suasana penuh kegembiraan mewarnai pelaksanaan festival. Berbagai penampilan seni dan budaya ditampilkan oleh masing-masing kontingen sebagai bentuk kecintaan terhadap tradisi lokal sekaligus upaya memperkenalkan kekayaan budaya kepada generasi muda.
Camat Pakuhaji, H. Muhamad Supriyatna, S.Sos., M.M., mengatakan Festival Seni Budaya tersebut menjadi momentum penting untuk menjaga dan melestarikan kebudayaan yang tumbuh di tengah masyarakat agar tidak tergerus perkembangan zaman.
Menurutnya, setiap desa dan kelurahan diberikan kesempatan menampilkan ciri khas budaya masing-masing melalui karnaval dan berbagai perlombaan.
“Festival Seni Budaya Kecamatan Pakuhaji ini bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang. Kegiatan ini diselenggarakan untuk melestarikan budaya yang ada di Kecamatan Pakuhaji agar tidak punah. Setiap desa dan kelurahan menampilkan kekayaan budaya yang dimiliki wilayahnya,” ujarnya.
Sejumlah perlombaan turut memeriahkan festival, di antaranya karnaval budaya, lomba Abang dan Empo Pakuhaji, serta pementasan hadroh. Berbagai kegiatan lainnya juga digelar untuk memberikan ruang bagi masyarakat dalam menampilkan kreativitas dan potensi seni budaya daerah.
Kesuksesan penyelenggaraan Festival Seni Budaya Pakuhaji tidak terlepas dari dukungan berbagai elemen masyarakat dan pemangku kepentingan.
Kepala desa dan lurah beserta jajaran, KNPI Kecamatan Pakuhaji, Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Pakuhaji, serta sekolah-sekolah negeri dan swasta mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Dukungan juga datang dari jajaran Polsek dan Koramil Sepatan yang ikut membantu menyukseskan pelaksanaan festival. Masyarakat umum dari berbagai wilayah di Kecamatan Pakuhaji pun antusias menyaksikan rangkaian acara.
Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa pelestarian seni dan budaya membutuhkan keterlibatan bersama, baik pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat maupun generasi muda.
Salah satu kontingen yang mencuri perhatian dalam festival tahun ini adalah Desa Kohod. Desa tersebut berhasil menorehkan sejumlah prestasi dalam berbagai kategori perlombaan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Desa Kohod, Sahlan, S.IP., mengungkapkan rasa syukur dan haru atas pencapaian yang diraih oleh kontingen desanya.
Desa Kohod berhasil meraih juara pertama dalam lomba Abang dan Empo Pakuhaji melalui pasangan Hafis dan Suci. Selain itu, kontingen Desa Kohod juga meraih juara pertama dalam kategori karnaval budaya serta juara kedua dalam lomba daur ulang.
“Alhamdulillah, saya sangat terharu dan bangga melihat perjuangan seluruh kontingen Desa Kohod. Tahun ini kami berhasil meraih juara pertama Abang dan Empo Pakuhaji melalui pasangan Hafis dan Suci, juara pertama karnaval, serta juara kedua lomba daur ulang,” ungkap Sahlan.
Menurutnya, prestasi tersebut merupakan hasil kerja sama, kekompakan, dan semangat seluruh aparatur serta masyarakat Desa Kohod yang telah mempersiapkan diri untuk mengikuti festival.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan staf desa, jaro, ketua RW dan RT, para danton, kader PKK, serta Grup Marawis pimpinan Ustaz Aan yang turut menyukseskan partisipasi Desa Kohod.
Kekompakan kontingen terlihat dari penampilan seragam bernuansa hijau yang mencerminkan keceriaan, semangat, dan kebersamaan dalam membawa nama Desa Kohod di ajang tingkat kecamatan tersebut.
Sahlan turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk Jr. Dudul, Jrt. Ujang Alponso, Jrt. Samsudi, RW Nasan, serta seluruh unsur masyarakat yang mendukung persiapan dan pelaksanaan kegiatan di bawah koordinasi pemerintah desa.
“Terima kasih kepada seluruh staf desa, ibu-ibu PKK, Grup Marawis pimpinan Ustaz Aan, serta semua pihak yang sudah bekerja keras dan memberikan dukungan. Kekompakan inilah yang membawa Desa Kohod meraih prestasi yang membanggakan pada Festival Seni Budaya tahun ini,” tuturnya.
Penulis : B. Saptadahi
Editor : Andi Saputra




















