Brimob Polda Banten Cek Dugaan Limbah B3 di Sawah Cikande, 12 Sampel Dibawa untuk Identifikasi

Rabu, 2 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Serang | sorotbanten.id — Satuan Brimob Polda Banten melalui Unit Kimia, Biologi dan Radioaktif (KBR) melakukan pengecekan terhadap dugaan pencemaran limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di area persawahan Kampung Bayur, Desa Nambo Udik, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang.

Pemeriksaan tersebut dilakukan sebagai respons cepat kepolisian terhadap informasi masyarakat yang beredar melalui media elektronik mengenai dugaan keberadaan limbah di sekitar area persawahan.

Kegiatan dipimpin Kompol Tomi Hadi Sumpena dengan melibatkan 15 personel Unit KBR Satuan Brimob Polda Banten.

Petugas melakukan pemeriksaan kondisi lingkungan dengan menggunakan sejumlah peralatan khusus, termasuk deteksi radioaktif dan deteksi kimia. Pemeriksaan dilakukan pada tiga titik lokasi dengan luas masing-masing sekitar 90 meter persegi, 150 meter persegi, dan 160 meter persegi.

Berdasarkan hasil deteksi awal, radiasi latar belakang atau background di lokasi tercatat sebesar 0,05 mikroSv/jam.

Petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah sampel yang diambil dari lokasi. Hasil awal menunjukkan adanya kandungan Potasium-40 (K-40) pada beberapa sampel, sementara sampel lainnya tidak teridentifikasi mengandung bahan radioaktif.

Baca Juga :  Proyek Irigasi P3-TGAI Desa Munjul Diduga Bermasalah, Ketua Pelaksana dan Kades Kompak Bungkam

Selain pemeriksaan radioaktif, petugas melakukan deteksi kualitas udara di seluruh lokasi. Sejumlah parameter gas yang diperiksa, antara lain IBaT, CH2, SO2, O2 dan H2S, menunjukkan kondisi normal. Kadar oksigen tercatat sebesar 20,9 persen volume.

Sebanyak 12 sampel telah diambil dari lokasi untuk menjalani proses identifikasi lebih lanjut. Hasil pemeriksaan secara menyeluruh akan disampaikan setelah proses identifikasi terhadap seluruh sampel selesai dilakukan.

Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol. Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, pengecekan tersebut merupakan bentuk respons kepolisian terhadap informasi yang disampaikan masyarakat sekaligus untuk memastikan kondisi lingkungan dan keselamatan warga di sekitar lokasi.

“Polda Banten merespons setiap informasi masyarakat dengan langkah pemeriksaan di lapangan secara terukur. Dari hasil deteksi awal, kondisi udara di sekitar lokasi dalam keadaan aman dan tidak ditemukan paparan bahan radioaktif yang melebihi ambang batas,” ujar Maruli, Rabu (2/9/2026).

Namun, Maruli menegaskan bahwa temuan Potasium-40 (K-40) pada sejumlah sampel belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan telah terjadi pencemaran radioaktif.

Baca Juga :  Diduga Cabuli Anak 10 Tahun di Solear, Pria 31 Tahun Diamankan Polresta Tangerang

Menurutnya, sampel tersebut masih membutuhkan proses identifikasi lebih lanjut untuk mengetahui karakteristik serta kandungan material secara lebih akurat.

“Beberapa sampel terdeteksi mengandung Potasium-40, namun untuk memastikan kandungan dan karakteristik material tersebut, sampel masih dilakukan identifikasi. Karena itu, kami mengimbau masyarakat tidak berspekulasi dan menunggu hasil pemeriksaan secara menyeluruh,” jelasnya.

Polda Banten memastikan pemeriksaan akan terus dilakukan sesuai prosedur. Kepolisian juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait apabila hasil identifikasi nantinya menunjukkan adanya temuan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Maruli meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

“Yang paling penting adalah memastikan masyarakat tetap tenang. Polda Banten akan menyampaikan perkembangan berdasarkan hasil pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan. Kami juga mengajak masyarakat untuk terus menyampaikan informasi apabila menemukan hal-hal yang berpotensi mengganggu keamanan maupun keselamatan lingkungan,” pungkasnya.

Editor : Andi Saputra

Berita Terkait

Gawat! Siswa Kelas VI Belum Bisa Membaca Lolos Naik Kelas, Pengawas Sekolah Mengaku Belum Tahu
Polisi Tangkap Pria di Jayanti, 14,52 Gram Sabu Diduga Siap Diedarkan
Polda Banten Pastikan Jenazah Pelajar di Mukomuko Tak Terkait KM Arupadatu I
Jenazah Surakman Korban Arupadhatu 1 Dipulangkan ke Carita, Dimakamkan di TPU Ki Demang
DNA Ungkap Identitas Korban Arupadhatu 1, ABK Surakman Ditemukan di Pulau Enggano
Polda Banten Selidiki Dugaan Tambang Batubara Ilegal di Lebak, Lima Lubang Ditemukan
Operasi Nila Polres Metro Tangerang Kota Ungkap Peredaran 315 Butir Obat Keras di Teluknaga
Bupati Maesyal Datangi Bayi Penderita Jantung Bawaan di Cikupa, Pemkab Tangerang Siapkan Bantuan Pengobatan

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 13:23 WIB

Gawat! Siswa Kelas VI Belum Bisa Membaca Lolos Naik Kelas, Pengawas Sekolah Mengaku Belum Tahu

Kamis, 24 September 2026 - 22:54 WIB

Polisi Tangkap Pria di Jayanti, 14,52 Gram Sabu Diduga Siap Diedarkan

Kamis, 24 September 2026 - 19:04 WIB

Jenazah Surakman Korban Arupadhatu 1 Dipulangkan ke Carita, Dimakamkan di TPU Ki Demang

Rabu, 23 September 2026 - 19:57 WIB

DNA Ungkap Identitas Korban Arupadhatu 1, ABK Surakman Ditemukan di Pulau Enggano

Rabu, 23 September 2026 - 19:55 WIB

Polda Banten Selidiki Dugaan Tambang Batubara Ilegal di Lebak, Lima Lubang Ditemukan

Berita Terbaru