Polda Banten Pastikan Jenazah Pelajar di Mukomuko Tak Terkait KM Arupadatu I

Kamis, 24 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Serang | sorotbanten.id – Polda Banten memastikan penemuan jenazah seorang pelajar di Pantai Asmara SP 10, Kecamatan XIV Koto, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, Kamis (24/9/2026), tidak berkaitan dengan insiden hilang kontak KM Arupadatu I di perairan Selat Sunda.

Jenazah tersebut diketahui berinisial EP, pelajar kelas XI SMAN 5 Lubuk Pinang dan warga Desa Ranah Karya, Kecamatan Lubuk Pinang, Kabupaten Mukomuko.

Berdasarkan laporan Polres Mukomuko, kepolisian setempat masih melakukan pendalaman untuk mengungkap kronologi serta penyebab kematian korban, termasuk meminta keterangan dari sejumlah saksi dan pihak keluarga.

Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol. Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, hasil koordinasi menunjukkan penemuan jenazah EP merupakan peristiwa berbeda dengan kasus KM Arupadatu I.

Baca Juga :  Jalan Raya M. Toha Mulai Diperbaiki, Warga Karawaci Lega: Akhirnya Jalan Berlubang Ditangani

“Kami menyampaikan bahwa penemuan jenazah seorang pelajar di Pantai Asmara, Kabupaten Mukomuko, tidak berkaitan dengan KM Arupadatu I. Identitas korban sebagaimana laporan dari Polres Mukomuko adalah EP, pelajar SMAN 5 Lubuk Pinang, dan saat ini pihak kepolisian setempat masih melakukan pendalaman terhadap penyebab serta kronologi kejadian,” ujar Maruli.

Maruli mengimbau masyarakat tidak langsung mengaitkan setiap penemuan jenazah di wilayah Bengkulu dengan korban KM Arupadatu I sebelum adanya hasil identifikasi resmi dari pihak berwenang.

Baca Juga :  Temuan Life Jacket di Selat Sunda Diperiksa, Polda Banten Pastikan Bukan Milik KM Arupadhatu 1

Menurutnya, identifikasi korban dalam insiden KM Arupadatu I dilakukan melalui mekanisme Disaster Victim Identification (DVI) Pusdokkes Polri dengan pemeriksaan ilmiah.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Identifikasi korban terkait KM Arupadatu I dilakukan melalui prosedur resmi dan berdasarkan hasil pemeriksaan ilmiah,” katanya.

Ia menegaskan, setiap perkembangan terkait pencarian maupun identifikasi korban akan disampaikan berdasarkan hasil verifikasi dan pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Masyarakat diharapkan mengutamakan informasi dari sumber resmi,” pungkas Maruli.

Editor : Andi Saputra

Berita Terkait

Polisi Tangkap Pria di Jayanti, 14,52 Gram Sabu Diduga Siap Diedarkan
Jenazah Surakman Korban Arupadhatu 1 Dipulangkan ke Carita, Dimakamkan di TPU Ki Demang
DNA Ungkap Identitas Korban Arupadhatu 1, ABK Surakman Ditemukan di Pulau Enggano
Polda Banten Selidiki Dugaan Tambang Batubara Ilegal di Lebak, Lima Lubang Ditemukan
Operasi Nila Polres Metro Tangerang Kota Ungkap Peredaran 315 Butir Obat Keras di Teluknaga
Bupati Maesyal Datangi Bayi Penderita Jantung Bawaan di Cikupa, Pemkab Tangerang Siapkan Bantuan Pengobatan
HUT ke-15 RSUD Balaraja, Bupati Maesyal Tekankan Respons Cepat dan Mutu Pelayanan
Kapolda Banten Buka UKW PWI Angkatan ke-28, Tekankan Akurasi dan Integritas Wartawan

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 22:54 WIB

Polisi Tangkap Pria di Jayanti, 14,52 Gram Sabu Diduga Siap Diedarkan

Kamis, 24 September 2026 - 22:17 WIB

Polda Banten Pastikan Jenazah Pelajar di Mukomuko Tak Terkait KM Arupadatu I

Rabu, 23 September 2026 - 19:57 WIB

DNA Ungkap Identitas Korban Arupadhatu 1, ABK Surakman Ditemukan di Pulau Enggano

Rabu, 23 September 2026 - 19:55 WIB

Polda Banten Selidiki Dugaan Tambang Batubara Ilegal di Lebak, Lima Lubang Ditemukan

Selasa, 22 September 2026 - 22:08 WIB

Operasi Nila Polres Metro Tangerang Kota Ungkap Peredaran 315 Butir Obat Keras di Teluknaga

Berita Terbaru