Polda Banten Ungkap Kasus Dugaan Pemerasan Berkedok Tuntutan CSR PT Gandasari Energi, Tiga Tersangka Ditangkap

Kamis, 9 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Serang | sorotbanten.idPolda Banten melalui Ditreskrimum Polda Banten melaksanakan Press Conference ungkap kasus tindak pidana pemerasan disertai ancaman kekerasan yang terjadi di lingkungan PT Gandasari Energi, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang. Kegiatan tersebut bertempat di Aula Ditreskrimum Polda Banten pada Kamis (09/07/2026).

Dalam kesempatannya, Dirreskrimum Polda Banten Kombes Pol Dian Setyawan menyampaikan bahwa kasus tersebut bermula pada tahun 2022, saat PT Gandasari Energi melaksanakan kegiatan reklamasi di wilayah Bojonegara.

“Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan, PT. Gandasari Energi memberikan dana kompensasi dan Corporate Social Responsibility (CSR) kepada kelompok nelayan, antara lain kepada Rukun Nelayan Desa Karang Kepuh sebesar Rp170 juta telah dibayarkan Rp108 juta, Rukun Nelayan Prisai Pesisir sebesar Rp250 juta telah dibayarkan Rp125 juta, serta dana organisasi kepada Aliansi yang dipimpin tersangka SA sebesar Rp5 juta per bulan selama enam bulan, karena kegiatan reklamasi berhenti beroperasi selama kurang lebih 18 bulan, PT. Gandasari Energi belum melakukan pembayaran lanjutan atas dana tersebut,” ujarnya.

Selanjutnya, Kombes Pol Dian Setyawan menjelaskan bahwa pada 24 Juni 2026, tersangka SA mengundang sejumlah tokoh masyarakat dan perwakilan nelayan untuk membahas sisa pembayaran CSR dan kompensasi.

Baca Juga :  Satresnarkoba Polresta Tangerang Ringkus Pengedar Obat Keras Ilegal di Sepatan, Ratusan Pil Berbagai Jenis Disita

“Dalam pertemuan tersebut, tersangka SJ menyampaikan ancaman bahwa apabila kekurangan dana tidak direalisasikan maka akan dilakukan aksi demonstrasi dan penghentian kegiatan reklamasi. Ancaman tersebut juga dikirimkan melalui pesan WhatsApp kepada pihak PT. Gandasari Energi. Selanjutnya pada 2 Juli 2026 sekitar 100 orang melakukan aksi unjuk rasa dengan menuntut pembayaran dana kompensasi. Massa juga melakukan perusakan portal milik PT. Gandasari Energi. Pada 6 Juli 2026, para pelaku kembali mendatangi area PT. Gandasari Energi dan memasuki kapal yang sedang bersandar di pelabuhan perusahaan dengan tujuan menduduki kapal sebagai bentuk tekanan agar tuntutan mereka dipenuhi,” jelasnya.

Adapun peran para tersangka :
SA (40) Menerima dana CSR organisasi sebesar Rp5 juta per bulan sebanyak enam kali, Menuntut pembayaran CSR selama 18 bulan berikutnya, Mengoordinasikan kelompok nelayan untuk melakukan aksi unjuk rasa.

SU (43) Aktif dalam pertemuan persiapan aksi, Menyiapkan mobil komando, Membuat spanduk, Bertindak sebagai koordinator lapangan, Membagikan uang kepada massa aksi.

NS (51) Menyediakan tempat pertemuan, Mendanai kegiatan aksi unjuk rasa, Bertindak sebagai penasehat kelompok.

Dalam pengejaran :
SJ (DPO)
IB (DPO)
MA (DPO)
SU (DPO)
SK (DPO)

Baca Juga :  Polda Banten Terima Laporan Dugaan Pengeroyokan dan Penculikan di Lebak, Penyidik Lakukan Pendalaman Kasus

Adapun barang bukti yang berhasil di sita :
• Fotokopi Nota Kesepahaman antara PT. Gandasari dan DPC HNSI Kabupaten Serang.
• Fotokopi Berita Acara Serah Terima Dana CSR Nelayan.
• Lima lembar fotokopi kwitansi penerimaan uang.
• Fotokopi Berita Acara Serah Terima Uang.
• Fotokopi surat pernyataan penyaluran dana CSR.
• Bundel foto kegiatan aksi.
• Rekaman video pertemuan.
• Rekaman video aksi.
• Cetakan tangkapan layar pesan WhatsApp

Kombes Pol Dian menerangkan Motif dan Modus kedua tersangka.

“Memaksa pihak PT. Gandasari Energi memenuhi tuntutan pembayaran dana CSR dan kompensasi dengan menggunakan ancaman, aksi unjuk rasa, serta penghentian kegiatan reklamasi untuk menguntungkan diri sendiri maupun kelompok, Mendapatkan keuntungan bagi diri sendiri maupun orang lain melalui tuntutan pembayaran dana CSR dan kompensasi,” terangnya.

Diakhir, Dirreskrimum Polda Banten Kombes Pol Dian Setyawan menyampaikan pasal yang di kenakan kepada tersangka

“Atas perbuatannya, para tersangka dipersangkakan dengan Pasal 482 dan/atau Pasal 483 Jo Pasal 20 Jo Pasal 21 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Pidana penjara paling lama 9 tahun,” tutupnya.

Editor : Andi Saputra

Berita Terkait

Bupati Maesyal Dampingi Seskab Teddy dan Mensos Gus Ipul Tinjau Sekolah Rakyat di Curug
Hadapi Era AI, Wabup Intan Minta Mahasiswa Tangerang Tak Kehilangan Karakter dan Etika
Jalan Sehat Meriah di Kelapa Dua, Wabup Intan: Jangan Lupa Borong Produk UMKM
Ditreskrimum Polda Banten Tetapkan Dua Tersangka Kasus Aksi Anarkis dan Penghasutan di Balaraja
Polsek Pasar Kemis Tertibkan Truk Parkir di Bahu Jalan, Kapolsek Tegaskan Tak Ada Pembiaran
Bupati Maesyal Rasyid Wisuda 132 Bayi Penerima ASI Eksklusif, Tegaskan Komitmen Cegah Stunting
Wabup Intan Tinjau Lokasi TPS3R, Pemkab Tangerang Percepat Pengurangan Sampah TPA Jatiwaringin
Bosan Anak Kecanduan Gadget? Pemkab Tangerang Ajak Generasi Muda Kembali ke Permainan Tradisional

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:57 WIB

Bupati Maesyal Dampingi Seskab Teddy dan Mensos Gus Ipul Tinjau Sekolah Rakyat di Curug

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:49 WIB

Hadapi Era AI, Wabup Intan Minta Mahasiswa Tangerang Tak Kehilangan Karakter dan Etika

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:36 WIB

Jalan Sehat Meriah di Kelapa Dua, Wabup Intan: Jangan Lupa Borong Produk UMKM

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:03 WIB

Ditreskrimum Polda Banten Tetapkan Dua Tersangka Kasus Aksi Anarkis dan Penghasutan di Balaraja

Kamis, 6 Agustus 2026 - 22:16 WIB

Polsek Pasar Kemis Tertibkan Truk Parkir di Bahu Jalan, Kapolsek Tegaskan Tak Ada Pembiaran

Berita Terbaru