Serang | sorotbanten.id – Polda Banten kembali mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak dalam praktik judi online, khususnya judi bola yang kerap meningkat saat berlangsungnya kompetisi sepak bola berskala internasional. Masyarakat diminta mendukung tim favorit dengan menjunjung tinggi sportivitas, bukan melalui taruhan.
Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea menegaskan bahwa judi bola bukanlah cara cepat untuk mendapatkan keuntungan. Sebaliknya, aktivitas tersebut justru berpotensi menimbulkan berbagai kerugian, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun hukum.
“Jangan jadikan ajang sepak bola sebagai alasan untuk berjudi. Dukung tim favorit dengan semangat sportivitas, bukan dengan taruhan. Judi hanya akan membawa kerugian dan berpotensi merusak masa depan,” ujar Maruli, Sabtu (18/7/2026).
Menurutnya, praktik judi bola dapat memicu berbagai persoalan serius. Selain menguras kondisi finansial, kecanduan berjudi juga berpotensi merusak hubungan dengan keluarga, lingkungan sosial, hingga memengaruhi kesehatan mental pelakunya.
“Praktik judi bola dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, mulai dari kerugian finansial karena uang habis untuk berjudi, rusaknya hubungan dengan keluarga dan lingkungan, hingga gangguan kesehatan mental seperti stres, kecemasan, dan depresi. Selain itu, judi juga dapat menghambat masa depan serta berpotensi menjerat pelakunya ke proses hukum,” jelasnya.
Polda Banten juga mengajak seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda, agar tidak mudah tergiur dengan promosi maupun iming-iming keuntungan instan yang kerap ditawarkan oleh situs judi online.
Maruli menegaskan, olahraga seharusnya menjadi sarana hiburan, pemersatu, dan mempererat persaudaraan, bukan dimanfaatkan sebagai ajang perjudian yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
“Mari bersama-sama katakan tidak pada judi bola. Isi waktu dengan kegiatan yang positif, dukung tim kesayangan secara sehat, dan jadikan olahraga sebagai sarana mempererat persaudaraan, bukan sebagai ajang perjudian,” pungkasnya.
Editor : Andi Saputra










