Tangerang | sorotbanten.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, secara resmi membuka Festival Kampung Budaya Kemuning yang diinisiasi Balai Adat Keariaan Tangerang di Desa Kemuning, Kecamatan Legok, Senin (27/7/2026). Festival ini menjadi ajang edukasi budaya sekaligus penguatan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid mengapresiasi penyelenggaraan festival yang melibatkan pelajar tingkat SD, SMP, hingga SMA. Menurutnya, para siswa tidak hanya belajar mengenal budaya lokal seperti membatik dan membuat anyaman, tetapi juga mendapatkan wawasan tentang pemanfaatan potensi daerah sebagai peluang usaha.
“Alhamdulillah, hari ini kami bisa hadir pada Festival Kampung Budaya Kemuning. Salah satu kegiatannya adalah kerajinan batik, kerajinan anyaman, termasuk juga UMKM. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari dengan peserta siswa-siswi SD, SMP, dan SMA,” ujar Maesyal.
Ia menilai festival tersebut memiliki nilai edukatif yang tinggi karena mampu menambah keterampilan generasi muda sekaligus menanamkan jiwa kewirausahaan sejak dini.
“Kegiatan hari ini sangat penting untuk memberikan edukasi dan menambah keterampilan anak-anak kita. Dari sini mereka bisa mengenal, tahu, dan langsung praktik mengelola potensi lokal untuk kepentingan ekonomi keluarga dan daerah,” katanya.
Untuk mendukung keberlanjutan program tersebut, Bupati meminta organisasi perangkat daerah (OPD), Camat Legok, dan pemerintah desa bersinergi menyusun program pengembangan Kampung Budaya Kemuning, termasuk pembangunan sarana pendukung dan pemberdayaan rumah adat sebagai sentra kerajinan.
“Kampung Budaya Kemuning ini nanti Pak Camat, Pak Lurah, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta BPKD duduk bersama mengonsepkan bantuan sarana dan prasarana pendukung, seperti pembangunan hanggar kegiatan dan pemberdayaan rumah-rumah adat menjadi sanggar kerajinan,” tegasnya.
Bupati berharap Festival Kampung Budaya Kemuning dapat menjadi agenda rutin yang mampu mengangkat Desa Kemuning sebagai pusat pelestarian budaya, sentra batik, dan kerajinan khas Kabupaten Tangerang. Selain itu, kegiatan ini diharapkan membuka lapangan kerja baru serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Harapannya, batik dan kerajinan ini dapat memberikan pendapatan bagi masyarakat setempat sehingga roda perekonomian rakyat terus bergerak. Festival ini juga menjadi sarana edukasi bagi para pelajar untuk mengenal langsung warisan budaya daerah,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Balai Adat Keariaan Tangerang, Rd. Ali Akipin, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Festival Kampung Budaya Kemuning.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu. Semoga ilmu yang didapat dalam kegiatan ini bermanfaat dan membatik dapat menjadi salah satu alternatif usaha di masa depan. Terima kasih juga kepada para pelaku UMKM yang telah memeriahkan acara ini,” ujarnya.
Editor : Andi Saputra










