FORWATU Laporkan Dugaan Intimidasi ke Polda Banten dan Siapkan Aksi Massa #SAVEUUN, Desak Ketua DPRD Lebak Mundur

Minggu, 19 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Lebak | sorotbanten.id – Forum Warga Bersatu (FORWATU) Banten resmi melaporkan dugaan intimidasi dan kekerasan terhadap seorang warga bernama Uun ke Polda Banten. Organisasi tersebut juga menyiapkan aksi unjuk rasa besar-besaran dengan mengusung tagar #SAVEUUN, serta mendesak Ketua DPRD Kabupaten Lebak mundur dari jabatannya apabila nantinya terbukti terlibat berdasarkan proses hukum.

Langkah FORWATU dipicu beredarnya rekaman video di media sosial yang memperlihatkan seorang pria yang disebut sebagai Uun berada di dalam sebuah kendaraan tanpa mengenakan pakaian, menutupi wajah, dan tampak ketakutan saat mendapat tekanan terkait ucapan sarkasme yang diduga menyerang pribadi Ketua DPRD Kabupaten Lebak.

Peristiwa tersebut memicu reaksi keras dari FORWATU. Organisasi itu menilai, jika benar terjadi, dugaan tindakan intimidasi maupun kekerasan tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun dan harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Presidium FORWATU Banten, Arwan, S.Pd., M.Si., menegaskan bahwa setiap dugaan penghinaan seharusnya diselesaikan melalui jalur hukum, bukan dengan tindakan yang mengarah pada main hakim sendiri.

Baca Juga :  Kapolda Banten Turun Langsung Jenguk Bripda Fajar, Korban Penganiayaan Debt Collector Mulai Pulih Pasca Operasi

“Kami tidak membenarkan apabila ada perkataan yang kasar atau menyerang pribadi. Namun kita hidup di negara hukum. Jika merasa dirugikan, jalannya jelas, yaitu melapor kepada kepolisian dan menempuh proses hukum di pengadilan. Bukan dengan memerintahkan orang lain melakukan pengeroyokan, menelanjangi, atau mengintimidasi seseorang. Apabila benar terjadi, tindakan seperti itu justru mencederai prinsip negara hukum dan mencoreng marwah lembaga wakil rakyat,” tegas Arwan.

FORWATU mengaku telah menyerahkan rekaman video beserta sejumlah data pendukung kepada penyidik Polda Banten sebagai bahan penyelidikan.

Arwan meminta aparat penegak hukum mengusut perkara tersebut secara menyeluruh dan profesional, termasuk menelusuri dugaan keterlibatan pihak yang diduga memberi perintah apabila didukung alat bukti yang sah.

“Kami menyerahkan rekaman video beserta data pendukung kepada penyidik Polda Banten. Apabila memang terdapat dugaan penghinaan, biarlah proses hukum yang menilainya. Namun apabila terdapat dugaan tindak kekerasan, kami meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas seluruh pihak yang diduga terlibat, termasuk apabila terdapat pihak yang diduga memberi perintah, sesuai alat bukti dan ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya.

Baca Juga :  Tawuran Maut Dipicu Challenge Medsos, Remaja 14 Tahun Dibacok di Cikupa

Selain menempuh jalur hukum, FORWATU memastikan tengah menggalang berbagai elemen masyarakat untuk menggelar aksi penyampaian pendapat secara damai dengan membawa tagar #SAVEUUN sebagai bentuk solidaritas terhadap korban yang diduga mengalami intimidasi.

FORWATU juga menyampaikan tuntutan politik agar Ketua DPRD Kabupaten Lebak bertanggung jawab apabila nantinya terbukti memiliki keterlibatan berdasarkan hasil proses hukum.

“Pemimpin seharusnya menjadi teladan dalam menaati hukum. Gerakan #SAVEUUN kami hadir sebagai bentuk kepedulian terhadap rasa keadilan dan perlindungan hak-hak masyarakat. Seluruh perjuangan kami akan dilakukan secara damai, tertib, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” kata Arwan.

Meski melontarkan kritik keras, FORWATU menegaskan seluruh langkah organisasinya tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Mereka meminta masyarakat menyerahkan pembuktian kepada aparat penegak hukum hingga adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Penulis : Dase Abdul Rohim

Editor : Andi Saputra

Berita Terkait

Bupati Maesyal Dampingi Seskab Teddy dan Mensos Gus Ipul Tinjau Sekolah Rakyat di Curug
Hadapi Era AI, Wabup Intan Minta Mahasiswa Tangerang Tak Kehilangan Karakter dan Etika
Jalan Sehat Meriah di Kelapa Dua, Wabup Intan: Jangan Lupa Borong Produk UMKM
Ditreskrimum Polda Banten Tetapkan Dua Tersangka Kasus Aksi Anarkis dan Penghasutan di Balaraja
Polsek Pasar Kemis Tertibkan Truk Parkir di Bahu Jalan, Kapolsek Tegaskan Tak Ada Pembiaran
Bupati Maesyal Rasyid Wisuda 132 Bayi Penerima ASI Eksklusif, Tegaskan Komitmen Cegah Stunting
Wabup Intan Tinjau Lokasi TPS3R, Pemkab Tangerang Percepat Pengurangan Sampah TPA Jatiwaringin
Bosan Anak Kecanduan Gadget? Pemkab Tangerang Ajak Generasi Muda Kembali ke Permainan Tradisional

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:57 WIB

Bupati Maesyal Dampingi Seskab Teddy dan Mensos Gus Ipul Tinjau Sekolah Rakyat di Curug

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:49 WIB

Hadapi Era AI, Wabup Intan Minta Mahasiswa Tangerang Tak Kehilangan Karakter dan Etika

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:36 WIB

Jalan Sehat Meriah di Kelapa Dua, Wabup Intan: Jangan Lupa Borong Produk UMKM

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:03 WIB

Ditreskrimum Polda Banten Tetapkan Dua Tersangka Kasus Aksi Anarkis dan Penghasutan di Balaraja

Kamis, 6 Agustus 2026 - 22:16 WIB

Polsek Pasar Kemis Tertibkan Truk Parkir di Bahu Jalan, Kapolsek Tegaskan Tak Ada Pembiaran

Berita Terbaru