Tangerang | sorotbanten.id – Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Tangerang menggelar kegiatan Pelatihan dan Uji Sertifikasi Berbasis Kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) di Hotel Yasmin, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Selasa hingga Kamis 2-4 Juni 2026.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sektor perikanan agar lebih kompeten, profesional, dan berdaya saing.
Dalam kegiatan yang mengusung tema “Motivasi Kewirausahaan dan Peluang Usaha Bidang Perikanan Tahun 2026” tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai perkembangan industri perikanan nasional, peluang usaha budidaya, hingga strategi membangun usaha perikanan yang berkelanjutan.

Ahli Budidaya Perikanan dan Pengolahan, Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Deni Rusmawan, S.Pd, menyampaikan bahwa sektor perikanan saat ini memiliki prospek yang sangat menjanjikan. Menurutnya, perkembangan industri budidaya ikan air tawar, khususnya ikan nila dan lele, terus mengalami peningkatan seiring tingginya kebutuhan pasar dalam negeri maupun ekspor.
“Perikanan bukan lagi sekadar usaha budidaya tradisional. Saat ini sudah berkembang menjadi industri modern yang terintegrasi mulai dari pembenihan, budidaya, pengolahan, pemasaran hingga ekspor. Ini menjadi peluang besar bagi masyarakat untuk terjun menjadi wirausaha perikanan,” ujar Deni Rusmawan.
Ia menjelaskan, sejumlah proyek pengembangan industri perikanan berskala besar saat ini tengah berjalan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk pembangunan sentra budidaya ikan nila di Manado dan Kalimantan yang berorientasi pada pasar ekspor.
Menurut Deni, keberhasilan usaha perikanan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis budidaya, tetapi juga kemampuan pelaku usaha dalam membaca peluang pasar dan membangun jejaring usaha yang kuat.

Dalam pemaparannya, Deni juga menyoroti pentingnya sertifikasi kompetensi sebagai bentuk pengakuan terhadap kemampuan pelaku usaha maupun tenaga kerja di bidang perikanan. Dengan sertifikasi yang diterbitkan BNSP, para peserta diharapkan memiliki nilai tambah dan daya saing yang lebih tinggi di dunia kerja maupun dunia usaha.
Selain membahas peluang usaha, kegiatan tersebut juga mengulas program budidaya tematik yang saat ini dikembangkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di sejumlah daerah. Program tersebut fokus pada budidaya ikan lele dan nila dengan sistem bioflok yang dinilai lebih efisien serta mampu meningkatkan produktivitas.
Deni menjelaskan bahwa program budidaya tematik nantinya akan terintegrasi dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Dalam skema tersebut, Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) bertugas menjalankan kegiatan budidaya, sementara koperasi berperan sebagai pengelola pemasaran sekaligus penjamin penyerapan hasil panen.
“Sinergi antara Pokdakan dan KDMP menjadi langkah penting dalam menciptakan ekosistem usaha perikanan yang kuat. Dengan adanya kepastian pasar, pembudidaya dapat lebih fokus meningkatkan produksi dan kualitas hasil budidaya,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya pendampingan teknis, standardisasi sarana budidaya bioflok, serta koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah agar program-program pengembangan perikanan dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.
Melalui pelatihan dan sertifikasi kompetensi ini, Deni berharap para peserta mampu meningkatkan kapasitas diri, membangun jiwa kewirausahaan, serta memanfaatkan berbagai peluang usaha yang tersedia di sektor perikanan.
“Kami berharap peserta tidak hanya mendapatkan sertifikat kompetensi, tetapi juga memperoleh wawasan dan motivasi untuk mengembangkan usaha perikanan yang produktif, berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” pungkasnya. (***)
Penulis : Asep Munajat
Editor : Andi Saputra











