Bosan Anak Kecanduan Gadget? Pemkab Tangerang Ajak Generasi Muda Kembali ke Permainan Tradisional

Kamis, 6 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tangerang | sorotbanten.id – Di tengah maraknya penggunaan gadget dan permainan digital di kalangan anak-anak, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang mendorong generasi muda kembali mengenal permainan tradisional sebagai upaya membangun karakter sekaligus melestarikan budaya bangsa.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Tangerang Intan Nurul Hikmah saat membuka Pelatihan Konvensi Hak Anak (KHA) yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Tangerang di Hotel Yasmine, Kamis (6/8/2026). Kegiatan itu diikuti sekitar 120 anggota Forum Anak se-Kabupaten Tangerang.

Dalam sambutannya, Intan menegaskan bahwa permainan tradisional bukan sekadar hiburan atau kenangan masa lalu, melainkan media pembelajaran yang mampu membentuk karakter anak.

Baca Juga :  Wabup Tangerang Apresiasi Bakti Sosial Kemhan RI, Layanan Kesehatan hingga Tanam 1.000 Mangrove Hadir untuk Warga Pesisir

“Permainan tradisional itu bukan sekadar nostalgia, tetapi warisan budaya yang mengajarkan kerja sama, kejujuran, kepemimpinan, hingga kemampuan memecahkan masalah. Nilai-nilai inilah yang harus terus diwariskan kepada generasi muda,” ujar Intan.

Ia juga mengungkapkan bahwa Kabupaten Tangerang telah membuktikan prestasi di tingkat nasional melalui olahraga tradisional. Saat menjabat sebagai Ketua KORMI Kabupaten Tangerang, kontingen daerah tersebut berhasil meraih juara nasional pada cabang Egrang dan Dagongan di Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) di Nusa Tenggara Barat.

Baca Juga :  Sikat Sampah Ilegal, Pemkot Tangerang Segel Lokasi Pengolahan Sampah Liar di Cibodas

Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa permainan tradisional masih memiliki daya saing sekaligus mampu menjadi sarana pembinaan karakter dan prestasi anak.

Sementara itu, Kepala DP3A Kabupaten Tangerang, Asep Suherman, mengatakan pelatihan bertema “Menciptakan Pelopor Permainan Tradisional” merupakan langkah konkret untuk mengurangi ketergantungan anak terhadap gadget sekaligus menghidupkan kembali budaya bermain yang sehat.

“Jangan sampai permainan tradisional hilang ditelan perkembangan zaman. Kami berharap para peserta menjadi pelopor yang mampu mengajak teman-temannya kembali aktif bermain, berinteraksi, dan mencintai budaya lokal,” kata Asep.

Penulis : Asep Munajat

Editor : Andi Saputra

Berita Terkait

Bupati Maesyal Dampingi Seskab Teddy dan Mensos Gus Ipul Tinjau Sekolah Rakyat di Curug
Hadapi Era AI, Wabup Intan Minta Mahasiswa Tangerang Tak Kehilangan Karakter dan Etika
Jalan Sehat Meriah di Kelapa Dua, Wabup Intan: Jangan Lupa Borong Produk UMKM
Ditreskrimum Polda Banten Tetapkan Dua Tersangka Kasus Aksi Anarkis dan Penghasutan di Balaraja
Polsek Pasar Kemis Tertibkan Truk Parkir di Bahu Jalan, Kapolsek Tegaskan Tak Ada Pembiaran
Bupati Maesyal Rasyid Wisuda 132 Bayi Penerima ASI Eksklusif, Tegaskan Komitmen Cegah Stunting
Wabup Intan Tinjau Lokasi TPS3R, Pemkab Tangerang Percepat Pengurangan Sampah TPA Jatiwaringin
Kemenag Kabupaten Tangerang Mulai Semarak HUT RI ke-81, Gelar Senam Massal hingga Aksi Sosial Keagamaan

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:57 WIB

Bupati Maesyal Dampingi Seskab Teddy dan Mensos Gus Ipul Tinjau Sekolah Rakyat di Curug

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:49 WIB

Hadapi Era AI, Wabup Intan Minta Mahasiswa Tangerang Tak Kehilangan Karakter dan Etika

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:36 WIB

Jalan Sehat Meriah di Kelapa Dua, Wabup Intan: Jangan Lupa Borong Produk UMKM

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:03 WIB

Ditreskrimum Polda Banten Tetapkan Dua Tersangka Kasus Aksi Anarkis dan Penghasutan di Balaraja

Kamis, 6 Agustus 2026 - 22:16 WIB

Polsek Pasar Kemis Tertibkan Truk Parkir di Bahu Jalan, Kapolsek Tegaskan Tak Ada Pembiaran

Berita Terbaru