Cianjur | sorotbanten.id – Jeritan warga Kampung Cidadap, Desa Sukakerta, Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur akhirnya menggema ke ruang publik. Sebuah video yang memperlihatkan sulitnya akses penyeberangan warga melintasi Sungai Cibuni viral di media sosial dan memantik perhatian luas masyarakat Jawa Barat.
Dalam video tersebut, warga dengan penuh harap memohon perhatian Gubernur Jawa Barat, yang akrab disapa KDM atau “Bapak Aing”, agar segera merealisasikan pembangunan jembatan gantung yang telah lama dinantikan.
Pasalnya, hingga saat ini ratusan warga masih menggantungkan hidup pada rakit sederhana untuk menyeberangi Sungai Cibuni. Kondisi tersebut dinilai sangat memprihatinkan dan berisiko tinggi, terutama saat musim hujan ketika debit air sungai meningkat drastis.
Tak hanya mengancam keselamatan, akses yang minim juga menjadi hambatan besar bagi aktivitas masyarakat sehari-hari. Anak-anak harus mempertaruhkan keselamatan saat berangkat sekolah, ibu hamil kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan, sementara para petani terhambat saat mengangkut hasil panen menuju pasar.
Salah seorang tokoh pemuda Kampung Cidadap, Bang Bang Suryana, mengungkapkan bahwa perjuangan masyarakat untuk mendapatkan jembatan gantung bukanlah hal baru. Aspirasi tersebut telah diperjuangkan tanpa lelah sejak tahun 2017.
“Kami sebagai pemuda yang ingin memajukan Kampung Cidadap sudah berusaha sejak tahun 2017 mengajukan pembangunan jembatan gantung ke Perkimtan Kabupaten Cianjur. Tahun 2021 kami kembali mengajukan dan bertemu dengan pejabat terkait. Tahun 2023, 2024 hingga 2025 kami terus memasukkan proposal dan menemui beberapa kepala bidang yang berbeda. Namun sampai hari ini belum ada realisasi pembangunan yang kami harapkan,” ungkap Bang Bang Suryana.
Menurutnya, berbagai proposal dan permohonan resmi telah disampaikan kepada instansi terkait. Namun pergantian pejabat dan kepala bidang di lingkungan dinas terkait belum mampu menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat yang sudah sangat mendesak.
Kekecewaan warga semakin terasa karena pembangunan jembatan gantung yang diharapkan tak kunjung terealisasi meski telah diperjuangkan selama hampir satu dekade.
Bangbang juga berharap Pemerintah Kabupaten Cianjur memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut. Bagi mereka, pembangunan jembatan gantung bukan sekadar proyek infrastruktur biasa, melainkan menyangkut keselamatan jiwa dan keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat.
Tak hanya itu, sejumlah warga turut menyoroti peran Pemerintah Desa Sukakerta yang dinilai belum maksimal dalam mengawal aspirasi masyarakat ke tingkat kabupaten maupun provinsi.
“Kami berharap pemerintah desa lebih aktif memperjuangkan kebutuhan masyarakat. Jangan sampai aspirasi yang sudah diperjuangkan bertahun-tahun terus terabaikan,” ujar salah seorang warga.
Bagi masyarakat Kampung Cidadap, jembatan gantung merupakan urat nadi kehidupan yang akan membuka konektivitas wilayah, mempercepat akses pendidikan dan kesehatan, memperlancar distribusi hasil pertanian, sekaligus mengakhiri ketergantungan terhadap rakit yang setiap saat mengancam keselamatan warga.
Kini, setelah video keluhan mereka viral dan menyita perhatian publik, harapan baru pun muncul. Warga berharap Pemerintah Kabupaten Cianjur dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera turun tangan mengambil langkah konkret.
“Harapan kami sederhana. Kami hanya ingin memiliki akses penyeberangan yang aman dan layak. Semoga pemerintah segera memberikan solusi nyata bagi masyarakat Kampung Cidadap,” harap warga.
Penulis : Asep Munajat
Editor : Andi Saputra











