Tangerang | sorotbanten.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang terus menggenjot upaya penurunan angka stunting. Wakil Bupati (Wabup) Tangerang Intan Nurul Hikmah bahkan menargetkan kasus stunting di Kabupaten Tangerang dapat ditekan hingga zero stunting.
Hal tersebut disampaikan Wabup Intan saat menghadiri Program Kerja Sama Forum Kader Posyandu (FKP) Kabupaten Tangerang bersama Yayasan Sahabat Keluarga Lippo Karawaci, dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan dan kecerdasan balita melalui Posyandu.
Intan mengungkapkan, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang per Juli 2026, masih terdapat anak yang terindikasi stunting di sejumlah wilayah.
Di Kecamatan Curug tercatat sekitar 448 anak, sedangkan di Kecamatan Kelapa Dua terdapat sekitar 344 anak yang terindikasi stunting. Jika digabungkan, terdapat sekitar 792 anak dari dua wilayah tersebut yang menjadi perhatian dalam upaya penanganan stunting.
“Kita terus berupaya maksimal dan memperluas cakupan target. Kita berharap sampai akhir masa jabatan, stunting bisa turun sampai zero stunting. Kalau bisa tidak ada kasus baru di Kabupaten Tangerang,” tegas Intan.
Menurutnya, penanganan stunting tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Diperlukan kolaborasi antara kader Posyandu, tenaga kesehatan, dunia usaha, pemerintah dan masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Tangerang tidak bisa bekerja sendirian. Kerja sama antara kader Posyandu, pihak swasta, pemerintah dan masyarakat harus terus kita kuatkan. Dengan bergerak bersama, berbagai persoalan kesehatan masyarakat akan lebih mudah kita atasi,” ujar Intan.
Intan menilai Posyandu memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas kesehatan masyarakat. Fungsinya bukan sekadar tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi pusat pemantauan tumbuh kembang anak, deteksi dini masalah kesehatan serta edukasi bagi orang tua.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para kader Posyandu yang selama ini bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Jangan pernah merasa pengabdian yang dilakukan adalah pekerjaan kecil. Setiap anak yang tumbuh sehat, setiap orang tua yang mendapatkan edukasi, dan setiap masalah kesehatan yang dapat dideteksi lebih awal merupakan bagian dari kontribusi besar para kader dalam membangun masa depan Kabupaten Tangerang,” katanya.
Upaya menekan stunting di Kabupaten Tangerang juga mendapat dukungan dari dunia usaha. Dalam kegiatan tersebut, TMD LippoLand memberikan sejumlah bantuan untuk mendukung kegiatan Posyandu.
Bantuan tersebut berupa timbangan balita, seragam kader Posyandu, susu, makanan tambahan, bubur kacang hijau, pisang, biskuit serta berbagai makanan bergizi lainnya.
Perwakilan TMD LippoLand, Darwin, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekaligus dukungan terhadap program pemerintah daerah dalam menekan angka stunting.
“Ini merupakan bentuk perhatian kami kepada pemerintah daerah dan warga sekitar untuk membantu pemerintah menurunkan angka stunting. Mudah-mudahan dapat menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan lain yang ada di Kabupaten Tangerang,” ujarnya.
TMD LippoLand menargetkan bantuan tersebut dapat menjangkau sekitar 20 hingga 30 Posyandu, bahkan diharapkan bisa diperluas hingga 40 Posyandu di sekitar wilayah Lippo Village dan Park Serpong.
Anggota DPRD Provinsi Banten, Faizal, turut mengapresiasi kolaborasi pemerintah dan dunia usaha tersebut.
Menurutnya, keterlibatan perusahaan dalam membantu masyarakat sekitar harus terus diperluas, tidak hanya dalam bidang kesehatan tetapi juga pendidikan dan sosial.
“Kita ingin kegiatan seperti ini menjadi contoh bagi pelaku usaha dan investor lainnya untuk bersama-sama peduli terhadap masyarakat sekitar, terutama dalam bidang kesehatan, pendidikan dan bidang sosial lainnya,” tuturnya.
Intan berharap kolaborasi tersebut dapat terus berlanjut sehingga upaya penanganan stunting tidak hanya menjadi program pemerintah, tetapi menjadi gerakan bersama.
Editor : Asep










