Tangerang | sorotbanten.id – Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah, menghadiri pameran terpadu berskala nasional dan internasional “Nusatic, Nusapet dan Nusahorti 2026” yang digelar di ICE BSD, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Jumat (12/6/2026).
Ajang yang mempertemukan industri akuatik, hewan peliharaan, dan hortikultura tersebut menjadi wadah kolaborasi bagi pelaku usaha, akademisi, komunitas, peneliti, hingga masyarakat umum untuk mendorong pengembangan sektor perikanan, peternakan, dan hortikultura yang lebih maju dan berdaya saing global.
Dalam sambutannya, Wabup Intan menegaskan pentingnya memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat guna memaksimalkan potensi sektor perikanan, pertanian, dan peternakan Kabupaten Tangerang.
“Penguatan sinergi dan kolaborasi lintas sektor untuk memperkenalkan dan memajukan potensi perikanan, pertanian dan peternakan Kabupaten Tangerang kepada dunia perlu terus didorong dan ditingkatkan dalam rangka mewujudkan sektor yang semakin maju, inovatif, dan berkelanjutan,” ujar Intan.
Menurutnya, pameran yang juga diikuti peserta dari berbagai negara tersebut menjadi momentum strategis untuk memperluas pasar, memperkenalkan produk unggulan daerah, sekaligus mendorong lahirnya berbagai inovasi teknologi di sektor budidaya ikan hias, hewan peliharaan, dan hortikultura.
“Saya berharap kegiatan ini bisa mendorong lahirnya berbagai inovasi teknologi budidaya, peningkatan kualitas produk, perluasan akses pasar, dan penguatan kemitraan yang saling menguntungkan sehingga dapat menyokong pertumbuhan ekonomi daerah dan menciptakan lapangan kerja,” katanya.
Ia menilai penyelenggaraan Nusatic, Nusapet dan Nusahorti 2026 menjadi bukti bahwa industri ikan hias, hewan peliharaan, dan hortikultura Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang dan bersaing di pasar internasional.
“Event ini sangat baik dan bermanfaat bagi para pelaku usaha. Kabupaten Tangerang merasa bangga menjadi tuan rumah kegiatan yang mempertemukan pelaku usaha, komunitas, inovator, peneliti, dan masyarakat dalam satu wadah kolaborasi nasional bahkan internasional,” ujarnya.
Lebih lanjut, Intan berharap kegiatan tersebut mampu membuka lebih banyak peluang usaha di sektor ekonomi kreatif, agribisnis, perikanan, peternakan, dan hortikultura sehingga berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan daya saing daerah.
Sementara itu, Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding, mengatakan pameran internasional tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkenalkan kekayaan hayati Indonesia kepada dunia.
Menurutnya, Nusatic, Nusapet dan Nusahorti 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi produk, tetapi juga sarana membangun citra Indonesia sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati terbesar di dunia.
“Pameran internasional ini akan membranding ikan hias kita, tumbuhan hias kita, dan hewan-hewan hias kita secara internasional sehingga menjadi daya tarik bukan hanya bagi pelaku usaha dalam negeri, tetapi juga para penghobi dan pelaku usaha dari berbagai negara,” jelas Karding.
Pameran yang berlangsung pada 12–14 Juni 2026 di Hall 7, 8, 9, dan 10 ICE BSD tersebut menghadirkan berbagai inovasi terbaru di sektor industri akuatik, hewan peliharaan, dan hortikultura. Kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi antara pelaku usaha, komunitas, penghobi, akademisi, hingga masyarakat umum untuk melihat perkembangan terkini industri tersebut.
“Acara hari ini selain mempromosikan keanekaragaman hayati kita, juga membangun tradisi mencintai hewan dan tumbuhan sebagai bagian dari kekayaan bangsa Indonesia,” pungkasnya.
Editor : Andi Saputra











