Sulap Lahan Tidur Jadi Lumbung Pangan, Pemdes Caringin Gandeng PT Blesindo Wujudkan Ketahanan Pangan Desa

Kamis, 11 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tangerang | sorotbanten.id – Pemerintah Desa (Pemdes) Caringin, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, melakukan terobosan strategis dalam mendukung program ketahanan pangan dengan menggandeng pihak swasta. Bersama PT Blesindo, Pemdes mulai mengoptimalkan lahan-lahan tidur yang selama ini terbengkalai menjadi kawasan pertanian produktif yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Program tersebut menyasar lahan seluas kurang lebih lima hektare yang berada di wilayah Desa Caringin. Selama bertahun-tahun, area tersebut tidak dimanfaatkan secara maksimal dan hanya dipenuhi semak belukar. Kini, lahan itu disulap menjadi kawasan pertanian terpadu yang difokuskan untuk budidaya padi, jagung, serta berbagai jenis sayuran bernilai ekonomi tinggi.

Kepala Desa Caringin, Supriyadi atau yang akrab disapa Ipang, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah desa dalam mengatasi persoalan lahan tidak produktif sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

“Ini adalah gebrakan kami. Daripada lahan ini dibiarkan kosong dan tidak memberi manfaat, kami membuka kerja sama dengan pihak yang memiliki modal, teknologi, dan manajemen yang baik. Tujuannya jelas, memperkuat ketahanan pangan desa, menekan biaya kebutuhan pokok warga, sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar,” ujar Supriyadi saat meninjau lokasi penanaman, Selasa (9/6/2026).

Baca Juga :  Polda Banten Ungkap Kasus Dugaan Pemerasan Berkedok Tuntutan CSR PT Gandasari Energi, Tiga Tersangka Ditangkap

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah desa dan sektor swasta menjadi salah satu solusi efektif untuk mengoptimalkan potensi sumber daya yang selama ini belum tergarap. Selain meningkatkan produktivitas lahan, program ini juga diharapkan mampu menciptakan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi warga.

Sementara itu, perwakilan PT Blesindo menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan desa berbasis pertanian berkelanjutan. Tidak hanya fokus pada pengelolaan lahan, perusahaan juga akan memberikan pendampingan dan pelatihan kepada petani lokal agar mampu menerapkan metode pertanian modern yang ramah lingkungan.

“Kami membawa sistem pertanian yang lebih terstruktur, penggunaan pupuk organik, serta pola tanam yang lebih efisien. Ke depan, sebagian hasil panen akan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan warga Desa Caringin dengan harga yang terjangkau, sementara sisanya dipasarkan untuk meningkatkan pendapatan petani dan kas desa,” jelasnya.

Program tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Sejumlah pemuda dan petani setempat telah terlibat aktif dalam proses pengolahan lahan, mulai dari pembersihan area, penggemburan tanah, hingga persiapan bibit tanaman.

Baca Juga :  Wabup Intan Apresiasi Pendidikan Inklusif di RA Daarul Muttaqien, Dorong Kesetaraan bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Salah seorang warga yang ikut terlibat mengaku optimistis program ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Selama ini lahan ini tidak ada yang mengurus. Sekarang ada program seperti ini, kami senang karena bisa bekerja dekat rumah. Mudah-mudahan hasilnya nanti bisa membantu kebutuhan keluarga sehari-hari,” ungkapnya.

Di sisi lain, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Caringin menegaskan bahwa kerja sama tersebut telah melalui mekanisme musyawarah desa dan dituangkan dalam perjanjian tertulis yang mengatur hak serta kewajiban masing-masing pihak.

Menurutnya, seluruh proses kerja sama dilakukan dengan mengedepankan transparansi dan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama.

Program pengembangan lahan produktif ini akan dilaksanakan secara bertahap dengan target panen perdana dapat terealisasi pada akhir tahun 2026. Pemdes Caringin berharap model kolaborasi ini mampu menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Tangerang dalam mengelola potensi lahan tidur menjadi aset produktif yang mendukung ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Penulis : Asep Munajat

Editor : Andi Saputra

Berita Terkait

Bupati Maesyal Dampingi Seskab Teddy dan Mensos Gus Ipul Tinjau Sekolah Rakyat di Curug
Hadapi Era AI, Wabup Intan Minta Mahasiswa Tangerang Tak Kehilangan Karakter dan Etika
Jalan Sehat Meriah di Kelapa Dua, Wabup Intan: Jangan Lupa Borong Produk UMKM
Ditreskrimum Polda Banten Tetapkan Dua Tersangka Kasus Aksi Anarkis dan Penghasutan di Balaraja
Polsek Pasar Kemis Tertibkan Truk Parkir di Bahu Jalan, Kapolsek Tegaskan Tak Ada Pembiaran
Bupati Maesyal Rasyid Wisuda 132 Bayi Penerima ASI Eksklusif, Tegaskan Komitmen Cegah Stunting
Wabup Intan Tinjau Lokasi TPS3R, Pemkab Tangerang Percepat Pengurangan Sampah TPA Jatiwaringin
Bosan Anak Kecanduan Gadget? Pemkab Tangerang Ajak Generasi Muda Kembali ke Permainan Tradisional

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:57 WIB

Bupati Maesyal Dampingi Seskab Teddy dan Mensos Gus Ipul Tinjau Sekolah Rakyat di Curug

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:49 WIB

Hadapi Era AI, Wabup Intan Minta Mahasiswa Tangerang Tak Kehilangan Karakter dan Etika

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:36 WIB

Jalan Sehat Meriah di Kelapa Dua, Wabup Intan: Jangan Lupa Borong Produk UMKM

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:03 WIB

Ditreskrimum Polda Banten Tetapkan Dua Tersangka Kasus Aksi Anarkis dan Penghasutan di Balaraja

Kamis, 6 Agustus 2026 - 22:16 WIB

Polsek Pasar Kemis Tertibkan Truk Parkir di Bahu Jalan, Kapolsek Tegaskan Tak Ada Pembiaran

Berita Terbaru