Tangerang | sorotbanten.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid memimpin upacara peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) ke-55 tingkat Kabupaten Tangerang di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Senin (21/9/2026).
Dalam amanat Menteri Perhubungan RI yang dibacakannya, Maesyal menegaskan keselamatan transportasi tidak boleh berhenti pada aturan maupun kelengkapan administratif. Keselamatan, kata dia, harus menjadi budaya yang benar-benar diterapkan dalam operasional di lapangan.
“Keselamatan adalah tanggung jawab moral, bukan hanya sekadar formalitas, memenuhi kelengkapan administrasi semata, tapi harus menjadi budaya. Standar keselamatan harus hidup di lapangan,” tegas Maesyal.
Harhubnas tahun ini mengusung tema “Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju.” Menurut Maesyal, tema tersebut relevan dengan tingginya mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi yang membutuhkan konektivitas transportasi yang aman, tertib, dan lancar.

Ia mengatakan transportasi tidak hanya berkaitan dengan kendaraan dan pembangunan infrastruktur, tetapi memiliki peran luas dalam kehidupan masyarakat.
Transportasi menghubungkan masyarakat dengan sekolah dan fasilitas kesehatan, mempertemukan sentra produksi dengan pasar, mendukung distribusi pangan, hingga menggerakkan perekonomian.
“Transportasi tidak bisa hanya dipandang sebagai persoalan kendaraan maupun pembangunan infrastruktur. Transportasi memiliki fungsi yang jauh lebih luas, mulai dari menghubungkan masyarakat dengan sekolah dan fasilitas kesehatan, mempertemukan sentra produksi dengan pasar, hingga mendukung distribusi pangan dan menggerakkan perekonomian,” ungkapnya.
Maesyal menekankan keselamatan dan konektivitas harus berjalan beriringan. Dalam kondisi tertentu, operasi transportasi harus dihentikan apabila situasi dinilai tidak aman. Namun, alternatif transportasi juga perlu segera disiapkan agar mobilitas masyarakat maupun distribusi bantuan tidak terputus.
“Sektor transportasi menghadapi berbagai tantangan, mulai dari bencana hingga gangguan perjalanan dan kecelakaan. Karena itu, standar keselamatan dan lancarnya konektivitas harus benar-benar diterapkan oleh seluruh insan perhubungan,” tegasnya.
Selain keselamatan, transformasi digital disebut menjadi bagian penting dalam pembenahan sektor transportasi. Pemanfaatan teknologi diharapkan tidak sebatas menghadirkan aplikasi atau sistem baru, tetapi mampu memperkuat pengawasan, meningkatkan kepatuhan, serta membuat sistem logistik lebih tertib dan berkelanjutan.
“Ukuran keberhasilan transportasi pada akhirnya adalah manfaat yang dirasakan oleh masyarakat. Mari kita menyatukan tekad dan melangkah bersama untuk menghubungkan Indonesia, menghubungkan Kabupaten Tangerang, demi masa depan yang lebih maju,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang Jaenudin mengatakan Harhubnas menjadi momentum untuk mengevaluasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan transportasi kepada masyarakat.
Menurutnya, tugas Dishub tidak hanya mengatur lalu lintas, tetapi memastikan sistem transportasi mampu memberikan keamanan, kenyamanan, ketertiban, dan kelancaran mobilitas masyarakat.
“Dishub tidak hanya berbicara mengenai pengaturan lalu lintas, tetapi bagaimana seluruh layanan transportasi dapat memberikan rasa aman, nyaman dan kepastian bagi masyarakat. Keselamatan menjadi bagian penting yang harus terus kita perkuat dalam setiap pelaksanaan tugas,” ujar Jaenudin.
Ia menambahkan, perkembangan Kabupaten Tangerang turut meningkatkan kebutuhan terhadap sistem transportasi yang terintegrasi. Karena itu, pengelolaan transportasi perlu dilakukan secara adaptif melalui penguatan pengawasan, pelayanan lapangan, koordinasi lintas sektor, serta pemanfaatan teknologi dan data.
“Kami akan terus meningkatkan pelayanan dan pengawasan di lapangan. Teknologi dan data juga harus dimanfaatkan untuk mendukung pengelolaan transportasi, sehingga kebijakan yang dilakukan semakin tepat sasaran dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ungkapnya.
Upacara Harhubnas juga dirangkaikan dengan penyerahan secara simbolis SK kenaikan pangkat kepada 496 pegawai serta SK pensiun kepada 33 pegawai yang memasuki masa purna bakti terhitung mulai 1 Oktober 2026.
Penulis : Asep Munajat
Editor : Andi Saputra










