Tangerang | sorotbanten.id – Upacara Penurunan Bendera Sang Merah Putih atau Gelar Senja dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Tangerang berlangsung penuh khidmat sekaligus meriah.
Tak sekadar menjadi penutup rangkaian upacara kemerdekaan, Gelar Senja di Lapangan Upacara HUT ke-81 RI Kabupaten Tangerang tersebut juga menyuguhkan beragam pertunjukan seni dan ketangkasan yang sukses mencuri perhatian para peserta dan tamu undangan.
Suasana semakin semarak ketika Marching Band Gita Wibawa Praja tampil membuka rangkaian persembahan. Selama sekitar lima menit, para penampil membawakan aransemen sejumlah lagu, mulai dari Satu Nusa Satu Bangsa, Musik Perang, Gugur Bunga, hingga Somewhere Over the Rainbow.
Perpaduan musik yang energik dan syahdu membuat suasana lapangan berubah menjadi panggung pertunjukan yang sarat nuansa nasionalisme.
Pertunjukan kemudian dilanjutkan dengan aksi para pesilat dari IPSI Kabupaten Tangerang. Ragam jurus dan gerakan pencak silat ditampilkan dengan penuh ketangkasan, menggambarkan semangat persatuan, keberanian dan ketangguhan bangsa dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Tidak kalah menarik, Padepokan Seni Gemawirahma turut menyuguhkan karya bertajuk Tari Nawasena Praja.
Tarian tersebut membawa pesan tentang masa depan yang cerah dan harapan baru bagi pembangunan daerah. Gerakan para penari menjadi simbol optimisme untuk mewujudkan kemajuan masyarakat dan Kabupaten Tangerang.
Puncak persembahan ditandai dengan aksi Tim Lomba Baris-Berbaris (LBB) SMKS 1 PGRI Balaraja, peraih Juara 1 Tingkat Kabupaten Tangerang.
Deretan siswa tampil dengan langkah tegap, gerakan serempak dan disiplin tinggi. Kekompakan mereka pun mendapat sambutan meriah dari para penonton.
Penampilan tersebut sekaligus menjadi gambaran semangat generasi muda Kabupaten Tangerang yang disiplin, tangguh dan berkarakter.
Gelar Senja HUT ke-81 RI akhirnya bukan hanya menjadi momentum penghormatan terhadap Sang Merah Putih, tetapi juga menjadi panggung bagi putra-putri daerah untuk menunjukkan seni, budaya, kedisiplinan dan semangat nasionalisme.
Penulis : Asep Munajat
Editor : Andi Saputra










