Tangerang | sorotbanten.id — Aparat Polresta Tangerang bergerak cepat mengamankan situasi menyusul adanya perbedaan pendapat antara sejumlah warga dan jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) di Kampung Periuk, Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg, Minggu (20/9/2026).
Personel kepolisian langsung mendatangi lokasi setelah menerima informasi guna mencegah terjadinya gesekan dan menjaga situasi tetap kondusif.
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengatakan, kehadiran polisi merupakan langkah preventif untuk memastikan perbedaan pendapat tersebut tidak berkembang menjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Kami hadir untuk mengamankan situasi dan memastikan tidak terjadi hal-hal yang dapat mengganggu kamtibmas,” kata Indra Waspada.
Menurutnya, kepolisian mengedepankan pendekatan persuasif dengan mendorong seluruh pihak menyelesaikan persoalan melalui dialog dan musyawarah.
Setelah situasi berhasil diamankan, musyawarah digelar di kediaman salah seorang tokoh masyarakat Desa Mekarsari. Pertemuan tersebut dihadiri Camat Rajeg Oman Apriaman, Ketua FKDM Rajeg Suparji Rustam beserta anggota, ketua lingkungan setempat, sejumlah tokoh agama, serta perwakilan GKPI.
Dari musyawarah tersebut disepakati sejumlah langkah sementara untuk menjaga situasi tetap kondusif. Persoalan selanjutnya akan dibahas melalui proses mediasi di tingkat Kecamatan Rajeg.
Sambil menunggu proses mediasi, berdasarkan hasil musyawarah, lokasi kegiatan ibadah untuk sementara tidak digunakan dan dalam kondisi terkunci. Warga juga diminta tidak berkumpul di sekitar lokasi untuk mencegah munculnya provokasi maupun potensi gesekan.
Indra Waspada menegaskan, kepolisian tetap mengedepankan langkah persuasif serta mengajak seluruh pihak menahan diri selama proses penyelesaian berlangsung.
Ia juga mengingatkan bahwa negara menjamin hak setiap warga negara untuk menjalankan ibadah sesuai keyakinannya.
“Yang paling utama adalah menjaga keamanan dan kerukunan masyarakat,” ujarnya.
Polisi turut mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi informasi yang belum jelas kebenarannya, termasuk video maupun potongan informasi mengenai kejadian yang beredar di media sosial.
“Apabila ada informasi yang beredar, kami berharap masyarakat tidak langsung mengambil kesimpulan,” kata Indra Waspada.
Usai musyawarah, masing-masing pihak meninggalkan lokasi untuk mencegah terjadinya kerumunan. Polisi memastikan situasi di lokasi dalam keadaan aman dan kondusif.
Editor : Andi Saputra










