Tangerang | sorotbanten.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat upaya penyelamatan ibu dan bayi baru lahir dengan menggelar kegiatan Tim Gerakan Penyelamatan Ibu dan Bayi Baru Lahir di Hotel Vega, Selasa (19/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi melalui penguatan kolaborasi lintas sektor di Kabupaten Tangerang.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dr. Hendra Tirmizi mengatakan, forum tersebut mempertemukan seluruh pihak terkait mulai dari manajemen rumah sakit, kepala Puskesmas, BPJS Kesehatan hingga organisasi profesi untuk membangun komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak.
“Kegiatan ini bertujuan memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk percepatan menekan angka kematian ibu dan bayi,” ujar Hendra.
Menurutnya, tim tersebut memiliki fungsi strategis dalam memberikan masukan sekaligus melakukan tinjauan atau review terhadap berbagai penanganan yang telah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya.
Hasil evaluasi itu nantinya akan menjadi dasar bagi Dinas Kesehatan dalam menyusun langkah penanganan yang lebih efektif dan tepat sasaran.
“Tim ini memiliki fungsi strategis untuk memberikan masukan serta melakukan tinjauan mendalam terhadap kegiatan penanganan pada tahun-tahun sebelumnya, yang nantinya akan dijadikan dasar evaluasi bagi Dinas Kesehatan dalam menyusun langkah penanganan yang lebih efektif,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang juga telah menjalankan berbagai langkah konkret untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi.
Upaya tersebut meliputi pembangunan sistem rujukan yang terintegrasi, penyuluhan intensif kepada masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan kehamilan secara berkala, hingga penguatan kapasitas dan mutu tenaga kesehatan di Puskesmas maupun rumah sakit.
Selain itu, peningkatan koordinasi antar fasilitas layanan kesehatan juga terus diperkuat agar penanganan terhadap ibu hamil berisiko tinggi dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
“Meskipun angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Tangerang saat ini sudah berada di bawah rata-rata angka nasional, kami tetap berkomitmen penuh untuk terus menurunkannya agar lebih rendah dari capaian tahun 2025,” pungkas Hendra.
Penulis : Asep Munajat
Editor : Andi Saputra









