Tangerang | sorotbanten.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mendukung pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Anti Rentenir yang digagas Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kabupaten Tangerang. Ia menegaskan, pemberantasan praktik rentenir harus dibarengi solusi pembiayaan yang mudah dan terjangkau bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan Maesyal saat menghadiri Seminar Urgensi Pembentukan Satgas Anti Rentenir di Aula Pendopo Bupati Tangerang, Jumat (11/9/2026).
Menurutnya, Satgas Anti Rentenir harus memiliki tugas yang jelas, mulai menerima pengaduan, menindaklanjuti hingga mencari solusi bersama pemerintah daerah.
“Satgas nanti harus jelas uraian tugasnya, menerima pengaduan, menindaklanjuti pengaduan, dan mencari solusinya bersama-sama dengan pemerintah daerah. Masyarakat kita ingin yang praktis, tidak berbelit-belit dan tidak banyak persyaratan,” ujar Maesyal.
Ia menegaskan Pemkab Tangerang telah menyiapkan sejumlah lembaga pembiayaan resmi seperti BPR, PT LKM dan UPDB sebagai alternatif masyarakat yang membutuhkan modal usaha.
Maesyal meminta lembaga tersebut memberikan persyaratan yang lebih mudah serta beban pembiayaan yang terjangkau agar masyarakat tidak terjerat pinjaman rentenir.
“Pemerintah tidak hanya membentuk satgas, tetapi harus memberikan solusi. Saya sengaja hadirkan UPDB, PT LKM dan BPR. Bantu masyarakat kita yang mau pinjam, mudahkan persyaratannya dan ringankan bunganya, supaya masyarakat tidak ke rentenir,” tegasnya.
Di sisi lain, Maesyal mengingatkan masyarakat agar mengajukan pinjaman sesuai kebutuhan dan kemampuan. Ia menilai pinjaman yang berlebihan justru berpotensi menjadi beban.
“Kalau kebutuhan usahanya Rp3 juta sampai Rp5 juta, ya pinjam sesuai kebutuhan itu. Jangan modalnya Rp3 juta sampai Rp5 juta, tetapi pinjamnya Rp20 juta. Kasihan nanti menjadi beban,” imbaunya.
Pemkab Tangerang selanjutnya akan membahas kemudahan persyaratan pembiayaan bersama UPDB, PT LKM dan BPR. Masyarakat juga didorong memanfaatkan lembaga pembiayaan resmi dan tetap memenuhi kewajiban pembayaran.
Sementara itu, Ketua MES Kabupaten Tangerang Mohamad Mahrusillah berharap Satgas Anti Rentenir segera terbentuk dan dapat menjangkau seluruh 29 kecamatan.
Ia mengatakan, satgas tersebut nantinya tidak hanya melibatkan MES, tetapi juga berbagai unsur masyarakat, di antaranya NU, PWI, organisasi kemasyarakatan, mahasiswa dan MUI.
“Insyaallah sekali teken Pak Bupati, 29 kecamatan semuanya ter-cover. Isi satgas ini bukan hanya dari MES, tetapi ada dari NU, PWI, ormas, mahasiswa, dan MUI,” ujarnya.
Editor : Andi Saputra










