Kabupaten Tangerang Perkuat Benteng Kebangsaan, Densus 88 Gandeng Stakeholder Cegah Radikalisme Sejak Dini

Rabu, 13 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tangerang | sorotbanten.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang terus memperkuat langkah pencegahan paham intoleransi dan radikalisme melalui program edukasi wawasan kebangsaan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Program tersebut menjadi bagian dari upaya nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga persatuan dan stabilitas keamanan negara.

Kegiatan yang digelar bersama Densus 88 Anti Teror Polri itu menghadirkan berbagai stakeholder mulai dari unsur Kesbangpol, Kementerian Agama, FKUB, Bhabinkamtibmas hingga tokoh masyarakat dan pendidikan di wilayah Kabupaten Tangerang. Rabu (13/5/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Kompol Paris menegaskan bahwa langkah penanganan dan pencegahan radikalisme harus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, penyebaran paham radikal saat ini semakin masif, terutama melalui ruang digital dan media sosial yang kerap dimanfaatkan sebagai sarana propaganda maupun perekrutan.

“Penegakan hukum terhadap tindak pidana terorisme dilakukan untuk menjaga stabilitas keamanan nasional serta melindungi masyarakat dari ancaman aksi teror,” ujarnya.

Baca Juga :  Wabup Intan Tinjau Lokasi TPS3R, Pemkab Tangerang Percepat Pengurangan Sampah TPA Jatiwaringin

Ia menjelaskan, edukasi wawasan kebangsaan menjadi salah satu strategi utama dalam memperkuat ketahanan masyarakat terhadap pengaruh intoleransi. Peran keluarga, lingkungan pendidikan hingga tokoh agama dinilai sangat penting dalam menjaga keutuhan bangsa.

Kompol Paris juga menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah guna mencegah masuknya paham radikalisme di kalangan generasi muda. Menurutnya, Provinsi Banten saat ini berada pada peringkat kedua nasional dalam indeks toleransi, setelah sebelumnya berada di posisi pertama.

“Perekrutan anak-anak melalui media sosial menjadi ancaman serius. Biasanya mereka memanfaatkan kondisi keluarga yang kurang harmonis untuk mempengaruhi anak-anak,” ungkapnya.

Selain melakukan edukasi langsung, Densus 88 juga telah menyebarkan surat edaran terkait bahaya intoleransi dan radikalisme di lingkungan sekolah agar masyarakat semakin memahami dampak buruk yang dapat mengancam persatuan bangsa.

Baca Juga :  Pemkab Tangerang Perketat Pengawasan Hewan Kurban dan Stabilitas Pangan

Sementara itu, Asisten Daerah (Asda) I Kabupaten Tangerang sekaligus Plt Kepala Kesbangpol Kabupaten Tangerang, Prima Saraswati Puspa, mengapresiasi terlaksananya kegiatan tersebut. Ia menilai program pencegahan intoleransi dan radikalisme menjadi perhatian penting pemerintah daerah demi menciptakan wilayah yang aman dan kondusif.

“Mewakili Bupati Tangerang, kami menyambut baik kegiatan wawasan kebangsaan ini. Diharapkan melalui sinergi antara pemerintah daerah, Polri, Densus 88 dan seluruh stakeholder, Kabupaten Tangerang dapat menjadi daerah yang semakin kondusif,” katanya.

Prima menegaskan bahwa ancaman terorisme tidak hanya berdampak pada keamanan, tetapi juga dapat memicu perpecahan sosial dan mengganggu kedaulatan bangsa. Karena itu, upaya pencegahan tidak cukup hanya melalui penegakan hukum semata.

“Pencegahan harus dilakukan melalui pendekatan sosial, budaya, dan keagamaan. Kesiapsiagaan seluruh elemen masyarakat sangat penting untuk mendeteksi potensi radikalisme sejak dini,” tandasnya.

Penulis : Asep Munajat

Editor : Andi Saputra

Berita Terkait

Operasi Nila Polres Metro Tangerang Kota Ungkap Peredaran 315 Butir Obat Keras di Teluknaga
Bupati Maesyal Datangi Bayi Penderita Jantung Bawaan di Cikupa, Pemkab Tangerang Siapkan Bantuan Pengobatan
HUT ke-15 RSUD Balaraja, Bupati Maesyal Tekankan Respons Cepat dan Mutu Pelayanan
Kapolda Banten Buka UKW PWI Angkatan ke-28, Tekankan Akurasi dan Integritas Wartawan
Perselisihan Ibadah GKPI di Rajeg Berakhir Damai, Polisi Pastikan Situasi Kondusif
Normalisasi Kali Ledug Capai 50 Persen, Pemkot Tangerang Kejar Target Sebelum Musim Hujan
20 Tahun Mengabdi, Kader Posyandu Mauk Wakili Banten di Penilaian Nasional
Polda Banten Cek Empat Lokasi Dugaan Penyalahgunaan BBM di Kota Serang

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 22:08 WIB

Operasi Nila Polres Metro Tangerang Kota Ungkap Peredaran 315 Butir Obat Keras di Teluknaga

Selasa, 22 September 2026 - 21:50 WIB

Bupati Maesyal Datangi Bayi Penderita Jantung Bawaan di Cikupa, Pemkab Tangerang Siapkan Bantuan Pengobatan

Selasa, 22 September 2026 - 21:44 WIB

HUT ke-15 RSUD Balaraja, Bupati Maesyal Tekankan Respons Cepat dan Mutu Pelayanan

Selasa, 22 September 2026 - 21:32 WIB

Kapolda Banten Buka UKW PWI Angkatan ke-28, Tekankan Akurasi dan Integritas Wartawan

Senin, 21 September 2026 - 21:53 WIB

Perselisihan Ibadah GKPI di Rajeg Berakhir Damai, Polisi Pastikan Situasi Kondusif

Berita Terbaru