Kota Tangerang | sorotbanten.id — Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memperkuat literasi keuangan di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui edukasi pengelolaan keuangan dan pengenalan investasi pasar modal.
Kegiatan bertajuk “ASN Cerdas Investasi” tersebut digelar di Pusat Pemerintahan (Puspem) Kota Tangerang, Kamis (9/9/2026), dengan menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Banten, Bursa Efek Indonesia (BEI) Banten serta Sucor Sekuritas.
Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Tangerang, Ruta Ireng Wicaksono, mengatakan edukasi tersebut bertujuan membangun budaya keuangan yang sehat sekaligus meningkatkan pemahaman ASN mengenai instrumen investasi yang aman dan terpercaya.
Menurutnya, pemahaman literasi keuangan penting agar ASN tidak mudah tergiur berbagai tawaran investasi ilegal yang berpotensi menimbulkan kerugian.
“Kita memberikan edukasi ini untuk mendorong para ASN memperluas wawasannya mengenai literasi keuangan agar tidak terjebak ke aktivitas investasi yang merugikan. Apalagi, hasil survei nasional literasi dan inklusi keuangan pada tahun ini menunjukkan indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia baru mencapai 69,57 persen,” ujar Ruta di Puspem Kota Tangerang, Kamis (9/9/2026).
Ruta menjelaskan, pelatihan tersebut memberikan pemahaman dasar mengenai berbagai instrumen pasar modal, mulai dari saham, reksadana, obligasi hingga instrumen investasi lainnya.
Kolaborasi dengan OJK Banten, BEI Banten dan Sucor Sekuritas diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada ASN sebelum menentukan pilihan investasi.
“Kita semua tahu bahwa pendapatan ASN yang relatif stabil tidak serta merta membuat keuangannya menjadi sehat. Oleh karena itu, edukasi ini penting agar kita semua dapat mengatur penghasilan untuk memenuhi kebutuhan, menyiapkan dana darurat, serta mengembangkan sebagian penghasilan melalui instrumen investasi yang sesuai dan terpercaya,” tambahnya.
Menurut Ruta, kemampuan mengelola pendapatan menjadi bagian penting dari kesehatan keuangan. ASN diharapkan mampu membedakan kebutuhan, kewajiban, tabungan dan investasi sehingga keputusan finansial yang diambil tidak justru menjadi beban di kemudian hari.
Pemkot Tangerang juga berharap program tersebut tidak berhenti pada peningkatan pemahaman ASN secara pribadi.
Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam keluarga dan lingkungan kerja serta ikut disebarluaskan kepada masyarakat.
“Kita berharap manfaat dari edukasi ini tidak berhenti pada diri sendiri. Sebab, ketika ASN memiliki literasi keuangan yang baik, pemahaman tersebut dapat dibawa ke keluarga, lingkungan kerja, bahkan masyarakat secara luas,” pungkasnya.
Editor : Andi Saputra










