Progres Underpass Bitung Capai 70,7 Persen, AHY Targetkan PHO Februari 2027

Jumat, 6 November 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tangerang | sorotbanten.id – Pembangunan Underpass Bitung di Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga Jumat (6/11/2026), progres pengerjaan proyek tersebut telah mencapai 70,7 persen dan ditargetkan memasuki tahap serah terima pertama atau Provisional Hand Over (PHO) pada Februari 2027.

Perkembangan proyek infrastruktur tersebut ditinjau langsung Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), didampingi Gubernur Banten Andra Soni dan Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid, Jumat (6/11/2026).

Peninjauan itu turut dihadiri sejumlah anggota DPR RI dan DPRD serta jajaran Kementerian Pekerjaan Umum. Kunjungan dilakukan untuk memastikan perkembangan pembangunan infrastruktur yang diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam mengurai kemacetan di kawasan Bitung.

Dalam keterangannya, AHY menyebut progres pembangunan telah mencapai sekitar 70,7 persen dan masih sesuai dengan target yang ditetapkan. Pemerintah bersama pihak pelaksana akan terus mendorong percepatan pengerjaan agar proyek dapat diselesaikan sesuai jadwal.

“Intinya, hari ini kita melihat secara langsung proyek Underpass Bitung yang sudah dikerjakan. Sejauh ini progresnya kurang lebih 70,7 persen, sesuai dengan target atau timeline-nya. Insyaallah akan terus dikejar hingga tahun depan, Februari akan ada handover atau PHO,” ujar AHY.

Baca Juga :  Viral Klaim Pengurusan Sertifikat 3-4 Jam di Kabupaten Tangerang, Publik Minta Penjelasan Lebih Detail dari BPN

AHY menjelaskan, proyek Underpass Bitung memiliki nilai anggaran sekitar Rp87 miliar dengan panjang penanganan kurang lebih 350 meter, termasuk penataan jalan pendukung menuju underpass.

Menurutnya, pembangunan tersebut menjadi langkah strategis untuk mengatasi persoalan kemacetan yang selama ini menghambat mobilitas masyarakat dan aktivitas perekonomian di kawasan Bitung.

“Ini penting sekali, sangat strategis, karena sudah terlalu lama masyarakat dan aktivitas ekonomi yang melewati jalur Bitung ini sangat terdampak akibat kemacetan. Perlu kita carikan solusi yang lebih permanen, salah satunya melalui pembangunan underpass,” ungkapnya.

AHY juga menyampaikan bahwa proyek tersebut diharapkan mampu menekan tingkat kemacetan yang selama ini mendekati angka 1 atau masuk kategori kemacetan parah, menjadi sekitar 0,5.

Ia menegaskan, kelancaran lalu lintas bukan hanya menyangkut kenyamanan perjalanan, tetapi juga berpengaruh terhadap produktivitas dan pertumbuhan ekonomi. Distribusi barang dan logistik diharapkan lebih cepat, waktu tempuh perjalanan berkurang, serta mobilitas pekerja dan pelajar menjadi lebih efisien.

“Konektivitas merupakan urat nadi dari pertumbuhan ekonomi dan pada akhirnya kesejahteraan masyarakat. Ketika perjalanan yang sebelumnya satu jam bisa menjadi setengah jam, tentu akan ada peningkatan kapasitas perjalanan dan efek berganda bagi perekonomian,” jelasnya.

Baca Juga :  BNN Tangkap 2 WN Rusia di Bali, 7 Kg Narkotika Hashish Disita

Sementara itu, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyatakan Pemerintah Kabupaten Tangerang siap memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan pemerintah pusat serta Pemerintah Provinsi Banten untuk mendukung percepatan pembangunan Underpass Bitung.

Menurut Maesyal, keberadaan infrastruktur tersebut sangat penting bagi masyarakat karena berkaitan langsung dengan kelancaran konektivitas, mobilitas kendaraan, dan aktivitas ekonomi di kawasan Bitung maupun wilayah sekitarnya.

“Pemerintah Kabupaten Tangerang siap berkoordinasi dan berkolaborasi untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, khususnya Underpass Bitung ini. Kami berharap pembangunan ini dapat berjalan lancar, selesai sesuai target, dan segera memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan kelancaran konektivitas dan mengurangi kemacetan,” ujar Maesyal.

Pemkab Tangerang berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, serta seluruh pihak terkait terus diperkuat. Dengan demikian, pembangunan dapat berjalan sesuai jadwal, tetap mengutamakan kualitas pekerjaan, dan memperhatikan keselamatan para pekerja.

Editor : Andi Saputra

Berita Terkait

BKK Kabupaten Bogor Dorong Pembangunan Desa Cikutamahi, Infrastruktur Kampung Tonjong Kian Tertata
Sempat Ditutup Satpol PP, Galian C Diduga Ilegal di Tenjo Kembali Beroperasi, Wibawa Penegakan Aturan Dipertanyakan
PKB Kabupaten Tangerang Luncurkan Mobil Ambulans dan Gelar Jalan Sehat, Rano Alfath Dorong Layanan di Setiap Kecamatan
UNTARA Wisuda 737 Lulusan, Rektor Dorong Generasi Muda Jadi Sarjana Inovatif dan Berdampak
Lepas 448 Personel Kontingen FORPROV II Banten, Intan Nurul Hikmah Targetkan Prestasi Terbaik
Dua Personel PJR Jadi Korban Tabrak Lari di Tol Serang–Panimbang, Dua Orang Ditetapkan Tersangka
DPKP Kabupaten Tangerang Gandeng BRIN Kembangkan Teknologi Padi, Pendangkalan Irigasi Jadi Kendala
Sasar 70 SMA dan SMK, Diskan Kabupaten Tangerang Dorong Pelajar Jadi Wirausaha Muda

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 16:37 WIB

BKK Kabupaten Bogor Dorong Pembangunan Desa Cikutamahi, Infrastruktur Kampung Tonjong Kian Tertata

Sabtu, 7 November 2026 - 16:33 WIB

Sempat Ditutup Satpol PP, Galian C Diduga Ilegal di Tenjo Kembali Beroperasi, Wibawa Penegakan Aturan Dipertanyakan

Sabtu, 7 November 2026 - 16:28 WIB

PKB Kabupaten Tangerang Luncurkan Mobil Ambulans dan Gelar Jalan Sehat, Rano Alfath Dorong Layanan di Setiap Kecamatan

Sabtu, 7 November 2026 - 15:50 WIB

UNTARA Wisuda 737 Lulusan, Rektor Dorong Generasi Muda Jadi Sarjana Inovatif dan Berdampak

Jumat, 6 November 2026 - 23:51 WIB

Lepas 448 Personel Kontingen FORPROV II Banten, Intan Nurul Hikmah Targetkan Prestasi Terbaik

Berita Terbaru