Pandeglang | sorotbanten.id – Polda Banten mengungkap perkembangan terbaru pencarian delapan orang yang masih hilang kontak dalam insiden kapal speed boat Arupadatu 1 di perairan Selat Sunda.
Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, hasil pengecekan menunjukkan nomor telepon milik salah satu jurnalis di dalam kapal sempat terdeteksi jaringan pada hari pertama setelah kapal dinyatakan hilang kontak.
“Nomor tersebut milik Bang Daus, salah satu jurnalis yang berada di dalam kapal. Menggunakan kartu Telkomsel Kartu Halo dengan perangkat iPhone 14,” ujar Maruli, Kamis (17/9/2026).
Menurutnya, sinyal nomor tersebut terdeteksi oleh jaringan BTS di wilayah Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, tepatnya di sekitar Pulau Sebesi.
“Jangkauan BTS di Pulau Sebesi tersebut kurang lebih tiga kilometer. Setelah itu, perangkat tersebut dalam kondisi tidak aktif dan sampai saat ini tidak kembali terdeteksi menyala,” jelasnya.
Di sisi lain, Polda Banten juga berkoordinasi dengan Polda Bengkulu terkait penemuan jenazah di Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu.
Maruli mengatakan, jenazah yang ditemukan diketahui berjenis kelamin laki-laki dengan perkiraan usia sekitar 50 tahun dan tinggi badan sekitar 163 sentimeter. Saat ditemukan, jenazah mengenakan celana pendek jenis boxer.
Setelah dievakuasi, jenazah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Bengkulu untuk menjalani pemeriksaan dan proses identifikasi.
Polda Banten kemudian menyerahkan data antemortem yang diperoleh dari keluarga para korban, termasuk data DNA, kepada Polda Bengkulu untuk dicocokkan dengan data postmortem jenazah.
“Data antemortem dari keluarga sudah kami serahkan kepada Polda Bengkulu. Saat ini proses identifikasi masih berlangsung dan dilakukan secara ilmiah oleh tim terkait,” ungkap Maruli.
Ia menjelaskan, proses identifikasi pada umumnya membutuhkan waktu sekitar dua minggu. Namun, Polda Banten berharap proses tersebut dapat diselesaikan lebih cepat sehingga memberikan kepastian bagi keluarga.
Hingga kini, proses pencarian terhadap delapan orang yang hilang kontak dalam insiden Arupadatu 1 masih berlangsung. Identifikasi jenazah di Bengkulu juga masih menunggu hasil pemeriksaan ilmiah.
Editor : Andi Saputra










