Pandeglang | sorotbanten.id — Polda Banten melakukan pengamanan, sterilisasi, dan olah tempat kejadian perkara (TKP) menyusul dugaan ledakan bom ikan yang terjadi di Kampung Cisarua, Desa Citeureup, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten, Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 13.30 WIB.
Tim INAFIS Ditreskrimum Polda Banten bersama Tim Gegana Satbrimob Polda Banten diterjunkan untuk memastikan keamanan lokasi sekaligus mengumpulkan barang bukti guna mengetahui penyebab pasti ledakan.
Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya seorang warga berinisial MA akibat peristiwa tersebut.
“Kami turut berduka cita atas meninggalnya saudara MA dalam peristiwa dugaan ledakan bom ikan di Panimbang. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” ujar Maruli, Rabu (26/8/2026).
Maruli menjelaskan, Tim Gegana Satbrimob Polda Banten masih melakukan sterilisasi di lokasi sebelum proses olah TKP dilaksanakan oleh Tim INAFIS Ditreskrimum Polda Banten.
“Tim Gegana Satbrimob Polda Banten masih melakukan sterilisasi untuk selanjutnya dilakukan olah TKP oleh Tim INAFIS Ditreskrimum Polda Banten, guna mengumpulkan barang bukti,” katanya.
Berdasarkan informasi sementara, ledakan terjadi di rumah milik MA (48), seorang nelayan yang berdomisili di Desa Citeureup, Kecamatan Panimbang. Saat kejadian, MA tinggal bersama istrinya, IY (43).
Akibat ledakan tersebut, MA meninggal dunia. Sementara IY mengalami luka berat dan telah mendapatkan perawatan di RS Panimbang, Pandeglang. Selain itu, dua rumah di sekitar lokasi juga dilaporkan mengalami kerusakan.
Polda Banten masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab dan kronologi lengkap peristiwa tersebut.
Maruli juga mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan, untuk tidak meracik maupun menggunakan bahan peledak dalam aktivitas penangkapan ikan.
“Selain dapat merusak lingkungan, penggunaan bahan peledak juga dapat membahayakan keselamatan. Ingat, satu tindakan yang tidak tepat dapat membahayakan diri sendiri, keluarga maupun orang lain di sekitar. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Editor : Andi Saputra










